Oleh-Oleh dari Kongres Bahasa Indonesia X: Jilid 2



          Berkaitan dengan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2015 kemarin, saya jadi teringat akan kisah saya saat mengikuti Kongres Bahasa Indonesia X lalu. Saya mengikuti kongres itu bersama teman-teman kuliah. Suatu kehormatan bagi kami semua mengikuti acara tersebut terutama saya seorang mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNS.
          Kongres yang mengusung tema ”Penguatan Bahasa Indonesia di Dunia Interna­sional” itu dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya pada tanggal 28—31 Oktober 2013. Kongres diikuti oleh 1.500 peserta yang terdiri atas pakar bahasa, praktisi, pemerha­ti, dosen, guru, mahasiswa, serta pencinta bahasa dan sastra, baik dari dalam maupun luar negeri.
          Tema Kongres Bahasa Indonesia itu dijabarkan menjadi delapan subtema, yaitu (1) Bahasa Indonesia sebagai Penghela Ilmu Pengetahuan dan Wahana Ipteks, (2) Bahasa Indonesia sebagai Jati Diri dan Media Pen­didikan Karakter Bangsa dalam Memperkukuh NKRI, (3) Diplomasi Kebahasaan sebagai Upaya Jati Diri dan Pemartabatan Bangsa, (4) Industri Kreatif Berbasis Bahasa dan Sastra dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa, (5) Bahasa Daerah dan Bahasa Asing sebagai Pendukung Bahasa Indonesia, (6) Membawa Sastra Indonesia sebagai Warga Sas­tra Dunia, (7) Optimalisasi Peran Media Massa dalam Pemanfaatan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan (8) Perkembangan Bahasa dan Studi Indonesia di Luar Negeri.
          Berikut ini akan saya lampirkan salah satu informasi penting yang menurut saya wajib Anda ketahui semua saat saya mengikuti kongres tersebut.

Keterangan:
Bahasa Indonesia, bahasa yang besar
  • Bahasa Indonesia menduduki peringkat ke-3 di Asia dan peringkat ke-26 di dunia dalam hal tata bahasa terumit di dunia (sumber: Wikipedia).
  • Bahasa Indonesia mendunia di dunia maya –> peringkat 26 dari 250 wikipedia berbahasa asing dan peringkat 3 di Asia setelah bahasa Jepang dan bahasa Mandarin.
  • Bahasa ke-3 yang paling banyak digunakan dalam postingan blog di wordpress.
  • Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa resmi kedua di Vietnam (wikipedia).
  • Bahasa Melayu (termasuk bahasa Indonesia) berada pada urutan ke-7 dengan jumlah penutur 259 juta (2007), setelah bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa Hindi, bahasa Spanyol, bahasa Arab, dan bahasa Rusia. Setelah bahasa Melayu, disusul bahasa Portugis, bahasa Bengali, dan bahasa Perancis.

Komentar

Postingan Populer