Mengenal Unsur-Unsur Intrinsik Puisi I
1. Irama dan Rima
Irama ialah keselarasan bunyi pada
puisi yang dibentuk oleh pergantian tekanan kata. Adapun rima ialah persamaan bunyi
yang ada dalam baris-baris puisi (sajak).
Macam-macam sajak (rima) adalah sebagai berikut.
- Sajak silang (a b a b)
Pada sajak silang terdapat persamaan bunyi antara
baris pertama dengan baris ketiga, baris kedua dengan baris keempat.
Contoh:
Indonesia yang kucinta
Di sinilah aku dilahirkan
‘Kan ku jaga ‘tuk selamanya
Dari segala ancaman
Indonesia yang kucinta
Di sinilah aku dilahirkan
‘Kan ku jaga ‘tuk selamanya
Dari segala ancaman
- Sajak peluk (a b b a)
Sajak peluk memiliki persamaan bunyi antara baris
pertama dengan baris keempat, baris kedua dengan baris ketiga.
Contoh:
Sahabat penaku yang jauh
Terimalah sepucuk surat dariku
Sebagai pelepas rindu
Walaupun dua benua membelah
Sahabat penaku yang jauh
Terimalah sepucuk surat dariku
Sebagai pelepas rindu
Walaupun dua benua membelah
- Sajak pasangan (a a b b)
Sajak
pasangan memiliki persamaan bunyi antara baris pertama dengan baris kedua,
baris ketiga dengan baris keempat.
Contoh:
Laut
biru luas membentang
Ombak
gelombang datang menjelang
Menjilat
bibir pantai nan indah
Menambah
suasana menjadi meriah
-
Sajak terus (a a a a)
Pada sajak terus terdapat persamaan bunyi
antara baris pertama, kedua, ketiga, dan keempat.
Contoh:
Sawah nan luas membentang
Tempat petani berladang
Tiada lelah membanting tulang
Untuk menggapai harapan mendatang

Komentar
Posting Komentar