Mengenal Unsur-Unsur Intrinsik Puisi II

2. Baris dan bait 
Baris dalam bait digunakan untuk menentukan bentuk puisi. Macam-macam bentuk puisi menurut baris dan bait adalah sebagai berikut.
  • Distikon, yaitu bentuk puisi yang terdiri atas 2 baris per bait.
Contoh:
Gunung Meletus
Pagi-pagi buta
Kau keluarkan isi perutmu semua
      Suaramu membelah angkasa
      Bau belerang mulai terasa
Manusia mati tertimpa
Hasil banting tulang pun sirna 
  • Terzina, yaitu bentuk puisi yang terdiri atas 3 baris per bait.
Contoh:
Hutan
Kau bagaikan jantung bumi
‘Tuk menghidupi umat di bumi
Keberadaanmu sangat berarti
      Kau menghuni sebagian bumi
      Kau warnai bumi
      Dirimu sangat berarti 
  • Kuatren, yaitu bentuk puisi yang terdiri atas 4 baris per bait.
Contoh:
Ibuku
Ibu ....
Aku selalu teringat padamu
Aku ingat wajahmu
Aku ingat senyummu
      Di saat malaikat menjemputmu
      Betapa sakitnya hatiku
      Aku rindu padamu
      Aku rindu kasih sayangmu
Ibu, ku mohon padamu
Maafkanlah semua kesalahanku
Terima kasih atas perjuanganmu
Aku akan selalu menyayangimu
      Ibu, doaku akan menyertaimu
      Tersenyumlah Ibuku
      Walau hanya dalam mimpiku
      Untuk selamanya dalam hidupku
  • Kuint, yaitu bentuk puisi yang terdiri atas 5 baris per bait.
Contoh:
Pagi nan Indah
Kala sang surya muncul kembali
Disambut bunga-bunga berseri
Kupu-kupu menari-nari
Burung-burung pun ikut bernyanyi
Menyambut datangnya pagi
      Kuhirup wangi melati
      Indah berseri-seri
      Kulihat di angkasa pelangi
      Aneka warna-warni
      Oh, indahnya pagi ini
  • Sektet, yaitu bentuk puisi yang terdiri atas 6 baris per bait.
Contoh:
Pelajar Teladan
Hari demi hari kulalui
Panas dan hujan tak ku hiraukan
Semangat selalu di hati
Belajar tiada bosan
Menggapai bintang yang tinggi
Pelajar teladan sebuah harapan
  • Septima, yaitu bentuk puisi yang terdiri atas 7 baris per bait.
Contoh:
Selamat Tidur
Ketika cerahnya sinar mentari kau tinggalkan
Tanpa kau sadari, kau pun meninggalkan ramainya suasana
Menyambut keheningan
Sebuah keheningan tercipta saat malam tiba
Angin malam berhembus dingin
Dan kabut menyelimuti alam semesta
      Tiada yang dapat menghangatkan
      Doapun kupanjatkan
      Ketika malam tiba
      Bintang-bintang bermunculan
      Menebarkan senyuman ke seluruh dunia
      Mengisi kekosongan hati setiap insan
      Membuatku ingin mengucapkan sepatah kata
      Selamat tidur kawan
Karya: Novy Dwi Anggraini
  • Oktaf, yaitu bentuk puisi yang terdiri atas 8 baris per bait.
Contoh:
Pantaiku yang Indah
Ku duduk di tepi pantai
Sungguh mengasyikkan
Kulihat nyiur melambai-lambai
Sungguh menakjubkan
Kupandang awan berseri-seri
Langit biru yang menawan
Tetaplah abadi
Pantaiku yang indah nian
  • Bentuk bebas, yaitu bentuk puisi yang tidak terikat oleh baris dan bait.
Contoh:
Tsunami
Oleh: Siti Choirunnisa
Tsunami ... gelombang laut terbesar
Tsunami ... engkau telah meluluhlantahkan kota Aceh dan sekitarnya
Ribuan nyawa manusia hilang
Ribuan rumah rusak parah
Dan ada yang sampai terbawa hanyut arus air laut
Pada tanggal 26 Desember 2004 Aceh menangis
Gelombang tsunami telah meluluhlantahkan kota Aceh
Ada anak yang kehilangan ibunya
Ada ibu yang kehilangan anaknya
Dan ada juga yang kehilangan saudaranya
Sekarang sedikit demi sedikit kenangan pahit itu telah dilupakan
Sekarang dua tahun telah berlalu
Setiap hari
Setiap detik
Setiap waktu kau lewati
Ya Allah
Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kesabaran yang lebihi. 
  • Soneta, yaitu puisi yang terdiri atas 14 baris dan terbagi per bait 4, 4, 3, 3.
Contoh:
Bencana Alam
Tuhan telah memberi peringatan
Dengan menurunkan bencana
Bencana yang sangat mengerikan
Diturunkan kepada umatnya
      Air laut pun bertumpahan
      Gunung-gunung meletus
      Gempa bumi bergoncangan
      Angin topan berhembus
Sedangkan orang-orang ketakutan
Yang terdengar hanya tangisan
Dari orang-orang yang kehilangan
      Harta benda ditinggalkan
      Mayat-mayat berserakan
      Itulah bencana dari Tuhan
Karya:
Ardianto

Komentar

Postingan Populer