SELAYANG PANDANG MENGENAI BISNIS


Mendengar istilah “bisnis” biasanya yang muncul dalam benak kita yaitu uang, produksi, tenaga kerja, penjualan, dan istilah-istilah ekonomi lainnya. Apapun definisinya, yang jelas bisnis memiliki dampak yang signifikan terhadap terhadap arah karier dan keberhasilan masa depan Anda tanpa memedulikan apakah Anda mahasiswa jurusan bisnis, ilmu pengetahuan, atau seni-sastra. Jadi, jurusan apa pun yang Anda ambil sebenarnya berpeluang besar untuk menciptakan suatu bisnis.
Misalnya saja jika Anda memilih jurusan sastra atau jurnalisme, kemungkinan besar Anda akan bekerja di perusahaan penerbitan dan percetakan atau di media massa. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman akan konsep bisnis supaya memperoleh keuntungan, seperti menyediakan produk yang diinginkan oleh pelanggan. Konsep bisnis seperti penciptaan ide, kepemimpinan, kerja sama tim, dan pengendalian mutu adalah relevan bagi hampir semua orang, tanpa memedulikan karier yang dipilih.
Bisnis adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan dengan menyediakan produk atau jasa yang diinginkan oleh pelanggan. Misalnya bisnis penerbitan, bisnis kepariwisataan, bisnis rumah makan, bisnis pertokoan, bisnis pertambangan, dan bisnis lainnya. Semuanya adalah bisnis yang menyediakan produk atau jasa yang diinginkan oleh pelanggan.
Bisnis didirikan untuk melayani atau memenuhi kebutuhan pelanggan oleh pemilik yang mencoba untuk memperoleh laba. Orang-orang yang mendirikan bisnis mungkin melihat suatu kesempatan untuk menghasilkan produk atau jasa yang belum ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan lain. Kemungkinan lainnya mereka yakin bahwa mereka dapat menghasilkan produk atau jasa yang dapat dijual dengan harga lebih rendah dari perusahaan yang ada saat ini. Dengan menyediakan produk yang diinginkan oleh pelanggan, mereka dapat menghasilkan laba bagi bisnisnya.
Suatu bisnis menerima pendapatan ketika bisnis tersebut menjual produk atau jasanya. Katakanlah bisnis produk seperti makanan, minuman, produk kecantikan, dan sebagainya, lalu bisnis jasa seperti dokter umum, penata rambut, biro perjalanan, dan sebagainya tersebut mengeluarkan beban dari membayar karyawannya dan ketika membeli mesin atau fasilitas. Selisih antara pendapatan dan beban adalah laba yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Laba tersebut akan diserahkan kepada pemilik bisnis. Dengan demikian, mengelola suatu bisnis bisa sama menantang dan memuaskan seperti bisnis yang mengelola produk.
Keputusan Untuk Menciptakan Bisnis
Seorang pakar ekonomi, Jeff Madura dalam Introduction of Business: Pengantar Bisnis, Buku I (2007) mengemukakan 4 EYE dalam keputusan untuk menciptakan suatu bisnis:
1.   Apa saja sumber daya yang dibutuhkan?
2.   Bagaimana cara untuk memuaskan para pemangku kepentingan?
3.   Fungsi-fungsi utama dari para manager?
4.   Bagaimana menangani kekhawatiran-kekhawatiran lingkungan?
Jika Anda memperoleh pemahaman yang baik akan bisnis, maka Anda mungkin menjadi lebih mampu mendirikan dan menjalankan suatu bisnis yang berhasil, dan Anda akan memperoleh laba yang lebih tinggi sebagai imbalannya. Oleh karena itu, sebelum memulai bisnis hendaknya Anda mempertimbangkan sejumlah keputusan agar bisnis yang akan Anda cetuskan dapat berdiri kokoh dan berjalan sukses.
Pertama, seorang pebisnis pada awalnya menciptakan bisnis ini karena ia tahu bahwa pelanggan di kotanya membutuhkan barang atau jasanya. Kedua, ia yakin bahwa ia dapat menawarkan pilihan produk atau jasa yang beragam dan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan lain di kotanya, Ketiga, ia yakin bahwa ia dapat mempertahankan bebannya tetap rendah dengan menyewa tempat yang berlokasi di pusat kota, sehingga mudah didapat. Konsekuensinya, beban sewanya sangat tinggi dan lokasinya strategis hanya untuk orang-orang kaya yang tinggal di daerah tersebut.
Bisnis yang berbeda menggunakan faktor-faktor produksi dengan cara yang berbeda. Pertama, keputusan mengenai sumber daya alam (dalam hal ini tanah) menentukan lokasi perusahaan. Keputusan mengenai lokasi ini memiliki dampak terhadap laba dari bisnis karena pelanggan menginginkan kenyamanan.
Kedua, sumber daya manusia (karyawan) dibutuhkan untuk memutuskan barang atau jasa mana yang akan dibeli setiap harinya untuk dijual. Sumber daya manusia tertentu yang dipekerjakan dapat memengaruhi tingkat layanan pelanggan. Jika karyawan memesan produk atau jasa yang sesuai, mereka dapat meningkatkan pendapatan yang diperoleh dari menjual produk atau jasa tersebut. Oleh karena itu, keputusan mengenai sumber daya manusia memengaruhi laba dari bisnis tersebut.
Ketiga, keputusan tersebut membutuhkan modal (fasilitas fisik) sehingga pelanggan dapat melihat produk atau jasa yang tersedia dan memlih produk atau jasa yang ingin mereka beli. Keputusan mengenai fasilitas fisiknya akan memengaruhi tingkat keberhasilan dari perusahaannya. Keputusan-keputusan tersebut juga memengaruhi biaya dan labanya.
Keempat, penciptaan bisnis produk atau jasa disebabkan oleh kewiraswastaan. Pebisnis dapat melihat kesempatan untuk menciptakan suatu bisnis yang akan melayani pelanggan dan menginvestasikan uangnya dalam bisnis tersebut. Dia dapat memperoleh penghasilan yang besar dari keputusan tersebut jika bisnisnya berhasil, tetapi ia juga dapat kehilangan seluruh investasinya jika bisnis tersebut gagal.
Kesimpulannya, cara bagaimana para pebisnis ini menggunakan faktor-faktor produksi akan menentukan apakah bisnis tersebut akan berhasil. Pebisnis yang mengembangkan ide-ide bisnis bagus yang memenuhi kebutuhan pelanggan dan yang mengelola bisnis mereka dengan efisien akan memperoleh imbalan berupa laba yang besar.



Komentar

Postingan Populer