Cerita Dongeng Terbaik III
Kelelawar yang Pengecut
Di sebuah padang rumput di
Afrika, seekor Singa sedang menyantap makanan. Tiba-tiba seekor burung elang
terbang rendah dan menyambar makanan kepunyaan Singa. "Kurang ajar",
kata singa. Sang Raja hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh
binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung.
"Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita, usir mereka semua,
jangan disisakan!" kata Singa. Binatang lain setuju sebab mereka merasa
telah diperlakukan sama oleh bangsa burung.
Ketika malam mulai tiba, bangsa
burung kembali ke sarangnya. Kesempatan itu digunakan oleh para Singa dan anak
buahnya untuk menyerang. Burung-burung kocar-kacir melarikan diri. Untung masih
ada burung hantu yang dapat melihat dengan jelas di malam hari sehingga mereka
semua bisa lolos dari serangan singa dan anak buahnya. Melihat bangsa burung
kalah, sang kelelawar merasa cemas, sehingga ia bergegas menemui sang raja
hutan. Kelelawar berkata, "Sebenarnya aku termasuk bangsa tikus, walaupun
aku mempunyai sayap. Maka izinkan aku untuk bergabung dengan kelompokmu, Aku
akan mempertaruhkan nyawaku untuk bertempur melawan burung-burung itu".
Tanpa berpikir panjang singa pun menyetujui kelelawar masuk dalam kelompoknya.
Malam berikutnya kelompok
yang dipimpin singa kembali menyerang kelompok burung dan berhasil mengusirnya.
Keesokan harinya, menjelang pagi, ketika kelompok Singa sedang istirahat
kelompok burung menyerang balik mereka dengan melempari kelompok singa dengan
batu dan kacang-kacangan.
"Awas hujan batu,"
teriak para binatang kelompok singa sambil melarikan diri. Sang kelelawar merasa
cemas dengan hal tersebut sehingga ia berpikiran untuk kembali bergabung dengan
kelompok burung. Ia menemui sang raja burung yaitu burung Elang. "Lihatlah
sayapku, Aku ini seekor burung seperti kalian". Elang menerima kelelawar
dengan senang hati.
Pertempuran berlanjut, kera-kera
menunggang gajah atau badak sambil memegang busur dan anak panah. Kepala mereka
dilindungi dengan topi dari tempurung kelapa agar tidak mempan dilempari batu.
Setelah kelompok singa menang, apa yang dilakukan kelelawar? Ia bolak balik
berpihak kepada kelompok yang menang. Sifat pengecut dan tidak berpendirian
yang dimiliki kelelawar lama kelamaan diketahui oleh kedua kelompok singa dan
kelompok burung.
Mereka sadar bahwa tidak ada
gunanya saling bermusuhan. Merekapun bersahabat kembali dan memutuskan untuk
mengusir kelelawar dari lingkungan mereka. Kelelawar merasa sangat malu
sehingga ia bersembunyi di gua-gua yang gelap. Ia baru menampakkan diri bila malam
tiba dengan cara sembunyi-sembunyi.
HIKMAH:
Jangan jadi orang munafik karena kebohongan pasti akan terungkap pada
akhirnya. Orang yang sudah ketahuan berbohong pasti tidak akan dipercaya lagi
untuk selamanya. Oleh karena itu, jadilah orang yang jujur, amanah, dan cerdas
dalam bergaul.
Sumber: Diolah dari Buku Kumpulan Dongeng Anak. 2014.
Ariesty Fujiastuti.

Komentar
Posting Komentar