Cerita Dongeng Terbaik V
Landi, Landak yang Kesepian
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak
landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena
teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf
Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan
teman-temannya. Tinggallah Landi sendirian. Ia hanya bisa bersedih.
"Mengapa mereka tidak mau berteman dan bermain denganku?, padahal tidak
ada seekor binatang pun yang pernah tertusuk duriku," gumam Landi.
Hari-hari berikutnya Landi hanya melamun di
tepi sungai. "Ah, andai saja semua duriku ini hilang, aku bisa bebas
bermain dengan teman-temanku", kata Landi dalam hati. Landi merasa
tidaklah adil hidupnya ini, selalu dijauhi teman-temannya. Ketika sedang asyik dengan
lamunannya, muncullah Kuku Kura-kura. "Apa yang sedang kau lamunkan,
Landi?" sapa kuku mengejutkan. "Ah, tidak ada," jawab Landi
malu. "Jika kau mempunyai masalah, aku siap mendengarkannya," kata
Kuku.
Kuku kura-kura kemudian duduk di sebelah
Landi. Lalu Landi mulai bercerita tentang masalahnya. "Kau tak perlu
khawatir. Aku bersedia menjadi sahabatmu. Percayalah!" kata kuku sambil
menjabat tangan Landi. Betapa girangnya hati Landi. Kini ia mempunyai teman.
"Tempurungmu tampak begitu berat. Apa kau tidak merasa tersiksa?"
tanya Landi. "Oh, sama sekali tidak. Justru tempurung ini sangat berguna.
Tempurung ini bisa melindungiku. Jika ada bahaya, aku hanya perlu menarik kaki dan
kepalaku ke dalam.
Hebat kan? Selain itu aku tak perlu repot
mencari tempat tinggal. "Rumahku ini bisa berpindah-pindah sesuai
keinginanku", kata Kuku kura-kura sambil mempraktekkan apa yang dikatakannya.
Landi landak merasa terhibur.
Suatu hari, teman Landi yang bernama Sam
Kodok berulang tahun. Semua diundang, termasuk Landi Landak. "Ayo Landi,
kau harus datang ke pesta itu," bujuk Kuku kura-kura. "Aku tidak mau
karena nanti teman-teman yang lain pasti akan menjauhiku karena takut tertusuk duri," kata Landi dengan sedih. "Jangan khawatir, kau kan tidak
sendirian. Aku akan menemanimu. Di sana banyak
kue yang lezat dam tentu saja buah apel loh!" Mendengar kata apel, Landi menjadi tergoda. Ia memang sangat
menyukai apel. Akhirnya Landi mau juga
berangkat bersama Kuku kura-kura.
Pesta Sam kodok sangat meriah. Wangi aneka
bunga tercium di setiap sudut ruangan. Ada dua meja panjang diletakkan di sisi
kiri dan kanan halaman Sam kodok. Di atasnya tersedia
berbagai macam kue dan buah buahan. "Lihat! Di dekat meja ada satu
tong sirup apel!, kata Landi".
Landi dan Kuku kura-kura memberikan selamat
pada Sam kodok. Setelah meniup lilin. Semua bertepuk tangan sambil bernyanyi "Selamat
Ulang Tahun". Pada saat berdansa, semua yang diundang
menghindar dari Landi landak. Mereka takut tertusuk duri
Landi landak. Akhirnya, Kuku kura-kura lah yang menemani Landi berdansa.
Tiba-tiba, pesta yang mengasyikkan itu terhenti
dengan teriakan Tito. Ia datang sambil berlari ketakutan.
"Awas! Serigala jahat datang! Tolong...! Tolong...! Teriaknya dengan napas tersengal-sengal. Semua menjadi ketakutan. Mereka
berlarian menyelamatkan diri. Karena tidak
bisa berlari, Kuku kura-kura langsung memasukkan kepala
dan kakinya ke tempurung rumahnya. Sedangkan Landi Landak
segera menggulung tubuhnya menjadi seperti bola. Serigala
jahat yang mengejar teman-teman Landi tidak melihat tubuh
Landi. Tiba-tiba, "Brukk, aduhhh..." teriak serigala jahat. Ia tertusuk
duri tajam Landi Landak. Sambil menahan sakit, Serigala
jahat langsung lari tunggang langgang. Maka selamatlah Landi dan teman-temannya.
"Hore..! Hore...! Hidup Landi
Landak!" semua binatang mengelukan Landi. Landi menjadi tersipu malu karenanya. "Maafkan aku Landi,
selama ini aku menjauhimu. Padahal kau tidak pernah
menyakitiku. Ternyata duri tajammu itu telah menyelamatkan kita semua,"
sesal Cici Kelinci. Akhirnya semua yang datang
ke pesta Sam Kodok meminta maaf pada Landi Landak karena
telah menjauhinya kemudian mereka pun berterima kasih pada Landi Landak karena telah melindungi mereka dari serigala jahat. Kini,
Landi Landak tidak merasa kesepian lagi. Teman-temannya
tidak takut lagi akan durinya yang tajam. Bahkan mereka merasa aman jika Landi berada di dekat mereka.
HIKMAH:
Setiap orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Terkadang, hal
yang menurut kita jelek justru menjadi kelebihan di saat kita sedang butuh.
Oleh karena itu, jangan meremehkan kekurangan dirimu dan orang lain. Jadikanlah
kekuranganmu menjadi kelebihan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain!
Sumber: Diolah dari Buku Kumpulan Dongeng Anak. 2014.
Ariesty Fujiastuti.

Komentar
Posting Komentar