Dalam Ruang Gerhana: Kumpulan Cerpen (Cuplikan 4)
Dalam Ruang Perpustakaan
Namanya
Mahardika. Selama akal masih dikandung badan, maka manusia akan terus mencari
tahu. Oleh karena itulah, membaca adalah fitrah
yang Tuhan berikan kepada manusia. Dengan membaca, otak akan terisi nutrisi
yang biasa disebut wawasan. Dan dengan wawasan itulah, manusia akan menjadi
makhluk yang lebih sehat.
Sudah delapan
belas bulan lamanya sejak pemuda itu diterima di kampus ternama di kotanya, dia
selalu mengunjungi perpustakaan. Tak pernah absen dia
datang karena tempat itu buka setiap hari, sekalipun liburan semesteran. Tak
pernah jenuh dia di dalamnya karena buku-buku
bacaannya selalu memanjakan mata dan menghibur hati. Bahkan, tak pernah lemas dia
seharian karena setiap huruf yang dibaca turut melegakan rasa lapar dan
dahaganya.
Menurut
prasasti yang terpasang di depan, perpustakaan itu telah berdiri sejak tahun
1976. Mulai memasuki tahun 2000-an hingga saat ini, perpustakaan itu terus
berbenah, mulai dari perluasan gedung, perkembangan fasilitas dan teknologi,
sampai dengan penambahan jumlah koleksi buku. Perpustakaan yang dulunya
terkenal sebagai tempat membaca dan belajar telah berkembang menjadi tempat menongkrong dan bersantai.
Semua petugas
perpustakaan sudah hafal dengan setiap hawa kehadirannya. Mulai dari potongan
rambut cepak, bingkai kacamata minus hitam, kemeja hitam, celana jin biru tua,
tas gendong hitam, sepatu cokelat, kartu anggota perpustakaan, bahkan kunci
loker yang dipilihnya. Selalu dalam nuansa yang sama. Tentu bukanlah perkara
mudah bagi mereka melayani makhluk yang selalu sama ini setiap harinya dengan
ramah-tamah.
Seluruh
ruangan di perpustakaan bisa menebak segala tingkah lakunya. Mulai dari meja
kayu yang selalu menjadi sandaran bukunya. Lalu, kursi
duduk yang selalu menjadi tindihan pantatnya. Kemudian, lantai putih yang
selalu menjadi pijakan sepatunya. Bahkan, kaca jendela yang selalu menjadi
bayangan dirinya. Selalu berada pada tempat yang sama.
Buku-buku
penghuni perpustakaan pun juga tak kalah saing menerka bacaan apa saja yang
akan diambilnya. Mulai dari buku-buku keagamaan sebagai appetizer. Lalu, dilanjutkan dengan buku-buku sosial-budaya sebagai
main course.
Kemudian, diakhiri dengan buku-buku politik-pemerintahan sebagai dessert. Selalu dalam pola yang sama.
Penasaran dengan kelanjutan ceritanya?
Dapatkan segera bukunya di sini:
https://www.guepedia.com/Store/lihat_buku/NDI5MQ==
https://www.tokopedia.com/guepedia/dalam-ruang-gerhana
Terima kasih!
Salam Membaca!
Selamat Menginspirasi!

Komentar
Posting Komentar