Dalam Ruang Gerhana: Kumpulan Cerpen (Cuplikan 5)
Dalam Ruang Tunggu
Namaku Sehadi.
Ketergantungan merupakan sifat alamiah manusia. Artinya manusia mempunyai
hubungan timbal balik dengan manusia lain. Jadi, setiap orang mempunyai ruang
simbiosisnya masing-masing. Mau jadi mutualisme terserah. Mau jadi komensalime,
ya terserah. Mau jadi parasitisme pun, ya diterserah-serahkan.
Kuiringi pagi
ini dengan senandung cinta. Kuputar kunci pintu rumahku cepat-cepat dan kubuka
pintu ini lebar-lebar. Kuucapkan dalam jeritan hati yang membahana jiwa dan
ragaku, “Selamat datang para pasien! Kali ini aku sudah siap untuk menjamu
kalian semua dengan suguhan medis ala kadarnya saya! Aku, dokter umum, siap
sedia melayani dunia!”
“Kalau mau
disuguh stetoskop, ada! Terus mau disuguh sfigmomanometer, juga ada! Atau mau
disuguh timbangan badan, oh ya ada! Ingin merasakan kasur empuk, ada dong! Mau
tahu replika anatomi tubuh manusia, beres ada! Mau sentuhan hangat dari
tangan-tangan dingin saya … wah ada-ada saja kalian!”
Kunikmati
kesejukan embun pagi di luar rumah. Jalan yang cukup raya itu masih tampak sepi
oleh keramaian berbagai jenis kendaraan bermotor. Kuregangkan otot-otot yang
masih kaku. Kulangkahkan kaki pelan-pelan ke trotoar jalan. Tetapi, seperti ada
orang yang datang. Kuurungkan kembali langkah ini dan berbalik ke rumah untuk
memastikannya. Oh, bukan … ternyata hanya seorang gelandangan kumal yang sedang
melintas. Kualihkan pandangan ini ke objek lain tanpa memedulikan salamnya.
Beberapa
burung pipit bertengger ke papan nama klinikku. “Hus!” Teriakku keras hingga
membuat mereka beterbangan tak tentu arah. Kuperiksa dengan cermat setiap
tulisan di situ, barangkali ada bagian yang sudah luntur. Meskipun
terombang-ambing olehnya, tampak sedikit basah oleh embun pagi, dan tampak
beberapa karat di sana-sini, tulisan itu masih menunjukkan kewibawaanku. Wibawa
sebagai seorang dokter dengan sejumlah gelar yang melekat di depan-belakang
namaku.
Aku, seorang
dokter menjelang enam puluh tahun beristri satu dan beranak empat masih cukup
tangguh untuk melayani kalian semua. Berapa pun yang akan datang, betapa pun
sakit yang engkau rasakan, bagaimanapun kondisi keuangan kalian, tetap akan aku
layani. Aku akan selalu menjadi leukosit bagi kalian semua karena itu adalah
jalan profesiku.
Penasaran dengan kelanjutan ceritanya?
Dapatkan segera bukunya di sini:
https://www.guepedia.com/Store/lihat_buku/NDI5MQ==
https://www.tokopedia.com/guepedia/dalam-ruang-gerhana
Terima kasih!
Salam Membaca!
Selamat Menginspirasi!

Komentar
Posting Komentar